CeritaKehidupan - Lembaga Pemasyarakatan yang ada untuk mereka yang melakukan pelanggaran terhadap hukum, pada kenyatannya tidak terlalu memberikan efek jera bagi mereka yang memiliki duit banyak yang diceploskan kedalam jeruji besi.
Sudah banyak kita saksikan di media saat orang-orang yang miliki uang lebih bisa mendapatkan fasilitas mewah dalam lapas saat mereka menghabiskan masa hukuman yang dijatuhi kepada mereka. Dalam beberapa penertiban yang dilakukan petugas dalam lapas ditemukan bahwa banyak narapidana yang memiliki fasilitas layaknya hotel dalam kamar tahanan.
Ternyata, mereka yang mendapatkan fasilitas tersebut memiliki koneksi dengan petugas dalam lapas, bahkan fasilitas tersebut disediakan oleh oknum yang bertugas dalam lapas tersebut, sungguh ironis bagaimana orang-orang yang seharusnya bisa mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan justru bisa menikmati masa-masa hukuman.
Ini sangat berbanding terbalik dengan masyarakat yang tidak melakukan tindak pidana, justru harus terus menikmati kesengasaran meskipun bisa bersikap baik di mata hukum.
Lapas Dengan Fasilitas Mewah
Ada banyak kasus yang bisa menjadi bukti bagaimana fasilitas mewah itu diperjual belikan dalam lapas sebagai contoh, pelaku pidana korupsi, gayus tambunan yang sejatinya masih memiliki masa tahanan tetapi dia bisa dengan leluasa bepergian ke bali kala itu untuk menonton pertandingan tenis, dengan cara menyamar meskipun masih dapat dikenali oleh orang lain.
Bahkan bukan cuma gayus, ada juga semisal artis dan lain-lain. Ini membuktikan bahwa memang ada praktek seperti ini dalam lapas, selama orang tersebut memiliki uang semua bisa dilakukan dan dibeli.
Kasus yang terbaru adalah kasus tindak pidana narkoba yakni Ola, saat ditangkap karena membawa sejumlah barang narkoba pada tahun 2000 di vonis mati oleh pengadilan, tetapi pada tahun 2011 mendapatkan grasi dari presiden dengan hukuman sebelumnya yakni hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup.
Pada tahun 2015 baru-baru kemudian Ola diperiksa kembali karena kasus narkoba yang ternyata masih dilakukannya meskipun dalam penjara, karena Ola diketahui memiliki jaringan narkoba yag sangat luas dan dia memiliki koneksi dengan mereka semua.
Dengan hasil bisnis yang diyakini dengan jumlah yang besar, sudah seharusnya Ola mendapatkan hukuman sepantasnya, namun pada kenyataannya Ola kembali lolos dari vonis mati untuk kedua kalinya.
Dalam lapas, Ola sendiri dipanggil dengan nama "jenderal" oleh penghuni lapas lainnya, karena memang ia memiliki kuasa dalam lapas, bahkan seorang sipir penjaga lapas yang pernah menegur Ola justru harus menerima semprotan balik dari Ola.
Praktek seperti ini, seharusnya bisa dihilangkan sehingga setiap orang yang akan melakukan kejahatan bisa berpikir dan bisa mengurungkan niatnya tersebut, Namun jika melihat fakta ini maka orang-orang yang memiliki kekuatan seperti materi maka lapas akan dilihat seperti tempat hukuman biasa dan bisa dimanipulasi sesuai dengan yang diinginkan.
Semoga hal seperti ini bisa secepatnya diperbaiki, dan hukuman yang diterapkan bisa benar-benar memberikan efek jera.
CeitaKehidupan - Dalam salah satu lirik lagu dari band Indonesia Slank, dengan judul Gosip Jalanan berisi tentang ungkapan-ungkapan bagaimana rusaknya perbuatan para mafia-mafia yang ada dinegara ini, dan dituangkan dengan lirik "Kacau Balau Negaraku Ini".
Lirik lagu ini meskipun, mungkin ada banyak kalangan yang tidak sepakat dan memprotes, tetapi pada faktanya kita tidak bisa menyangkal bahwa hal demikian memang benar adanya. Untuk lebih jelasnya saya sudah mengutip lirik dari lagi tersebut, tidak hanya potongan tetapi keseluruhannya. Lirik lagu dari Slank ini yang berjudul Gosip Jalanan. Silahkan simak bersama
Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi
Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau... Kacau balau negaraku ini...
Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin uud ujung-ujungnya duit
Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar
Dari bait pertama dan beberapa baik selanjutnya berisi tentang, mafia-mafia mulai dari mafia Judi dengan uang banyak menyuap polisi dan tentara untuk menjadi pengawal pribadi. Mafia Narkoba yang justru menjadi bandar dalam penjara.
Mafia narkoba yang menjadi mafia dalam penjara ini, bukanlah hanya bualan semata, kasus yang melibatkan bandar narkoba yang tertangkap ternyata masih menjalankan bisnisnya dalam penjara dengan menyelundupkan narkoba masuk ke Indonesia.
Kasus yang terbaru mungkin, masih ingat dengan kasus Olla salah satu pidana kasus narkoba yang terbukti masih menjalankan bisnisnya meskipun dalam jeruji besi.
Ada juga Mafia Peradilan yang banyak disuap untuk lepas dari jeratan hukum, bicara soal kasus hukum ini memang tidak bisa disangkal bahwa praktek sogok itu masih ada, banyaknya kasus yang melibatkan orang penting sering lepas dari hukum, sementara banyak rakyat kecil kasusnya hanya mencuri beberapa biji cokelat harus berurusan dengan Hukum.
Memang Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya tetapi jika bentuknya seperti ini, hukum hanya tajam jika menebas kebawah, masyarakat kecil jadi korban sementara kasus lain yang menghabiskan uang negara lebih banyak bisa lolos begitu saja.
Mafia Pemilu ini memang jelas terjadi, jika masih teringat bagaimana kasus pemilukada salah satu daerah di Indonesia harus menjerat ketua MK karena memenangkan pemilu pasangan calon dan terbukti menerima sejumlah uang untuk memenangkan pasangan tersebut.
Dan terakhir adalah Mafia peraturan, dengan tugas membuat "UUD" ternyata juga tidak luput dari tindakan menyimpang, karena berbagai macam peraturan lahir dan dibuat. Namun, adanya beberapa peraturan ternyata banyak dihasilkan dari adanya intervensi berbagai macam pihak, adanya intervensi ini adalah berupa uang yang berbicara.
"Ujung-ujungnya Duit"
Demikian, sedikit membahas lirik lagu dari Slank
CeritaKehidupan - Pemerintah baru-baru ini membuat kebijakan untuk menambah kuota negara yang masuk kedalam daftar negara yang bebas masuk ke Indonesia tanpa Visa untuk menikmati objek wisata yang ada di Indonesia.
Dengan adanya kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan negara dari segi Pariwisata, karena akan banyak wisatawan asing yang masuk ke Indonesia tanpa perlu memiliki Visa sebelumnya, karena selama ini salah satu kendala bagi wisatawan asing untuk masuk ke Indonesia adalah masalah kepemilikan Visa ini.
Namun, bukan berarti permasalahan bisa terselesaikan dengan adanya kebijakan ini, bisa saja memang dengan ditambahnya kuota negara yang bebas Visa tersebut bisa meningkatkan jumlah wisatawan asing masuk ke Indonesia sehingga meningkatkan pendapatan negara disektor pariwisata, tetapi masalah yang juga bisa saja terjadi.
Mudahnya Warga Negara Asing Masuk Ke Indonesia
Hal ini bisa mengakibatkan, masalah keamanan karena warga asing itu tidak akan melewati pemeriksaan Visa lagi, sehingga bisa bebas masuk, bagaimana jika yang masuk tersebut bukan niat untuk menikmati wisata yang ada melainkan untuk mengganggu keamanan dalam negeri, misalnya membawa narkoba atau kepentingan yang lainnya.
Sekarang ini, pemerintah sedang berupaya untuk menyelesaikan permasalahan narkoba dengan menindak pelaku penyelundupan dengan hukuman mati, sehingga nantinya akan menghentikan praktek penggunaan narkoba dalam negeri yang mengancam kaum muda yang menggunakan barang haram ini.
Namun, jika pemerintah dilain sisi juga melakukan kebijakan seperti ini, maka praktek-praktek penyelundupan narkoba masuk ke dalam negeri bisa saja terjadi lagi, apalagi melihat fakta bahwa negara kita menjadi pangsa pasar cukup besar dengan jumlah penduduk yang banyak.
Sehingga kebijakan ini justru membuka permasalahan baru, sementara tujuan yang sebenarnya juga untuk kebaikan negara.
Jadi, kebijakan ini harus dibarengi dengan memperketat penjagaan keamanan dalam negeri untuk terus menjaga masyarakat bisa tetap hidup aman dan juga bebas dari dampak negatif Narkoba.
Kebijakan nantinya diharapkan bisa benar-benar memberikan efek yang lebih baik tanpa harus mengorbankan sektor lainnya.
Semoga negeri ini menjadi lebih baik lagi kedepannya.
CeritaKehidupan - Kondisi Pendidikan Anak bangsa saat ini masih nampak adanya ketimpangan, terlihat jelas bagaimana keadaan anak bangsa yang berada didaerah terpencil, sebut saja daerah perbatasan, untuk menjadi generasi harapan bangsa mereka harus berjuang untuk menuntut ilmu dengan kondisi seadanya.
Dalam video berikut bisa disimak bagaimana keadaan mereka, anak-anak dengan semangatnya mendayung perahu mereka untuk sampai kesekolah, dengan keadaan yang begitu sulit mereka masih sanggup untuk melanjutkan proses belajar demi menggapai cita-cita.
Selain, sulitnya mencapai gedung sekolah, tentunya mereka juga menghadapi resiko yang senantiasa bisa mengancam, perahu yang mereka gunakan bisa saja terbalik kapan saja ketika terjadi cuaca buruk saat dalam perjalanan. Lihat juga postingan sebelumnya tetang Anak Sekolah yang Menggunakan Kawat untuk Kesekolah
Meskipun demikian mereka akan tetap menuju kesekolah satu-satunya yang ada ditempat mereka ini. Anak yang bersekolah di SD Kecil Pulau Samataha Desa Bala-Balakang, Kec Kep. Bala-Balakang Kab. Mamuju. Daerah ini menjadi perbatasan antara Kalimantan dan Sulawesi Barat.
Keadaan Sekolah Anak di Perbatasan
Setelah melewati laut dengan naik perahu ternyata setelah sampai di Sekolah, kondisi gedung sekolahpun terlihat masih jauh dari yang seharusnya, lantai masih beralas pasir, bagian atap juga tidak bagus sehingga saat turun hujan tidak dilakukan proses belajar mengajar.
Gedung sekolah hanya satu dan ruangan kelas dibagi hanya dengan sekat-sekat saja, yakni ruang kelas 1,2 dan ruang guru.
Dari segi fasilitas sekolah berupa buku yang tersedia ternyata juga sudah tidak layak dipakai oleh siswa karena keadaannya yang sudah usang.
Tenaga pengajar yang disini juga ternyata hanya satu orang saja, dan harus mengajar dua kelas sekaligus, dengan cara bolak-balik dari kelas 1 ke kelas 2 .
Kondisi yang sedemikian susah ini, sudah pasti butuh perhatian lebih, terutama untuk pemerintah daerah setempat untuk bisa menjangkau daerah terpencil seperti sekolah dasar [SD] Kecil Pulau Samataha ini.
Dengan memperbaiki fasilitas sekolah dan juga infrastrukturnya serta menambah tenaga pengajar, sehingga nantinya anak-anak ini mendapatkan pendidikan yang layak sama seperti anak yang lainnya di Indonesia.
CeritaKehidupan - Pendidikan adalah salah satu kebutuhan bagi seluruh anak di Indonesia dan merupakan kewajiban bagi pemerintah dan negara untuk memberikan pelayanan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak sehingga nantinya bisa menghasilkan anak didik yang baik serta mutu pendidikan tinggi pula dapat tercipta.
Gambaran jika mendengar kata anak sekolah, bisa kurang lebih seperti gambar diatas, sekawanan anak sekolah yang ceria dan senang menuju sekolah, meskipun mereka belum begitu paham apa makna dan mengapa mereka harus sekolah karena yang ada dibenak mereka bisa saja hanya ingin bermain dan kumpul bersama teman-teman.
Pendidikan Anak Sekolah
Lain halnya dengan teman-teman mereka dalam video berikut, jangankan bisa bersekolah dengan tenang, menuju sekolahpun mereka harus berjuang keras untuk sampai kesekolah mereka. Dengan seutas kawat bekas dari jembatan yang telah roboh terbawa oleh banjir, mereka harus bertaruh nyawa untuk sampai keseberang untuk bisa berkumpul bersama teman disekolah.
Meskipun pemandangan tersebut sudah tidak asing lagi, karena dibeberapa tempat sering kita jumpai hal yang sama, kita hanya bisa berharap pemerintah segera memberikan aksinya dalam memperbaiki dan membangun jembatan baru yang bisa dilewati oleh para anak sekolah, sehingga mereka bisa dengan tenang menuju sekolah tanpa harus menyebrangi jembatan yang hanya terbuat dari Seutas Kawat Besi.
Jika pihak terkait tidak cepat mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini, maka akan semakin membuat pendidikan Anak di Indonesia ini menjadi Sulit. Negara dengan tujuan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa tentu tidak dapat dicapai kalau mendapatkan pendidikan layak saja susah.
CeritaKehidupan - Subsidi BBM yang selama ini ditanggung oleh pemerintah sebagai betuk pelayanan terhadap masyarakat hari ini sudah tidak ada lagi, meskipun pemerintah masih berdalih bahwa tidak sepenuhnya subsidi dicabut namun pada faktanya, Subsidi BBM telah dihilangkan.
Pencabutan ini dilakukan karena selama ini, apa yang dilakukan pemerintah dengan mensubsidi BBM untuk rakyat, katanya salah sasaran karena bukan hanya masyarakat miskin yag menikmati subsidi tersebut melainkan orang yang berduitpun menikmatinya.
Untuk mengambil simpati dari masyarakat, pemerintah mengeluarkan beberapa kartu yang dikenal dengan Kartu Sakti, silahkan baca postingan saya sebelumnya tentang Kartu Saktiini. Dengan adanya kartu sakti ini diharapkan bisa meredam gejolak masyarakat untuk menolak pencabutan subsidi ini.
Setelah, pencabutan terhadap subsidi BBM telah berjalan, akhirnya harga BBM sekarang menjadi fluktuatif berubah-ubah, BBM akan naik jika harga minyak dunia naik sementara akan turun ketika harga minyak dunia tersebut juga turun.
Akibat Naiknya Harga BBM
Saat adanya kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu mengakibatkan semua harga bahan makanan pokok secara drastis naik, dengan naiknya harga maka masyarakat menjadi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka, apalagi jika melihat kondisi Indonesia sekarang, saat angka kemiskinan masih banyak, pemerintah justru tidak melakukan langkah untuk menurunkan angka kemiskinan, tetapi menaikkannya dengan naiknya minyak dan harga bahan pokok.
Saat harga bahan makanan pokok naik, maka akan membuat pemenuhan kebutuhan masyarakat sulit, karena sulitnya pemenuhan ini maka sudah pasti jumlah masyarakat miskin akan semakin bertambah
Dengan Naiknya, harga BBM dan pencabutan subsidi BBM ternyata, tidak hanya disektor ini pemerintah melakukan tindakan pencabutan subsidi, akan tetapi pada sektor semisal Listrik, Gas, Ongkos Angkutan Umum dll trenyata mengalami kenaikan juga, bahkan Listrik juga dicabut subsidinya, dan katanya lagi, akan dialihkan kesektor yang lebih produktif.
Alasan yang sama yang diungkapkan oleh pemerintah meskipun pada faktanya masih belum dilihat dengan jelas.
Rakyat Sengsara
Permasalahan tidak main-main, karena akan memicu masyarakat menjadi sengsara, bagaimana tidak, saat katanya pencabutan subsidi akan dialihkan ternyata pada faktanya, harga beras naik, TDL Naik, terus dikemanakan uang pengalihan subsidi tersebut, adanya persoalan dengan naiknya harga beras membuktikan bahwa tidak ada keseriusan pemerintah untuk menangani sektor pertanian ini.
Padahal, negara Indonesia adalah negara agraris penghasil beras, akan tetapi masih juga kekurangan beras bahkan menjadi masalah rakyatnya dengan harga mahal membuat rakyat miskin tercekik.
Bukannya ingin terus memojokkan pemerintah yang ada, tetapi sekedar ingin mengingatkan, bagaimana mungkin pemerintah kita mencabut subsidi seolah negara sudah tidak peduli dengan rakyatnya dan membiarkannya begitu saja, terus mana fungsi negara untuk melindungi setiap warga negara dan menyejahterakannya. Semua hanya omong kosong belaka.
Pelayanan yang maksimal sudah tentu menjadi hak untuk seluruh warga negara, mengapa, karena masyarakat sudah menunaikan kewajiban mereka dengan membayar pajak untuk negara, tetapi apa yang diberikan oleh negara adalah balasan dengan mencabut subsidi.
Nah, apakah itu menunjukkan kepedulian pemerintah, semoga kedepan pemerintah bisa memberikan yang terbaik, jika tidak mampu maka sebaiknya bisa "mengangkat tangan dan berhenti ketika sudah tidak mampu" . Demikian
Akhirnya, peluncuran "kartu sakti" dilakukan pada tanggal 03 november kemarin dengan di dampingi oleh ibu negara, dan beberapa menterinya pak jokowi secara resmi mengeluarkan kartu saktinya yakni terdiri dari KIS, KIP dan KKS
Gambar : KIS KIP KKS
Latar Belakang
Sebelum dikeluarkannya kartu sakti ini, sebelumnya memang dari masa kampanye yang lalu pak jokowi sudah mengungkapkan bahwa salah satu program yang dilaksanakan yakni dengan pengadaaan kartu sakti ini, yang merupakan lanjutan dari program yang beliau laksanakan saat masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta.
Karena dinilai sukses, maka program tersebut beliau lanjutkan saat menjabat sebagai kepala negara. Keluarnya kartu ini dinilai sebagai upaya dalam terciptanya suatu konsep "Good Goverment" atau pemerintahan yang bersih dan terbuka pada publik, terkhusus pada wacana kartu sakti ini dinilai sebagai upaya dari pemerintah untuk melindungi rakyat pedesaan.
Mengapa dikatakan sebagai pelindung masyarakat desa karena selama ini kebijakan yang selalu diambil oleh pemerintah dinilai hanya menguntungkan masyarakat perkotaan. Sehingga dengan adanya kartu sakti maka masyarakat desa juga bisa merasakan layanan dari pemerintah secara langsung.
Permasalahan
Dari beberapa pemberitaan yag mencuat ke publik, konten permasalahan yang diperdebatkan adalah dari mana sumber dana dari kartu sakti ini, jika menteri sekertaris negara bapak Pratikno mengatakan bahwa dana diperoleh dari CSR [Corporate Social Responsibility]. CSR sendiri adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab mereka, terhadap masalah sosial dan lingkungan yang terjadi disekitar tempat perusahaan berada.
Dan juga sebagai bentuk usaha untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat disekitar perusahaan berada. Sementara pendapat berbeda dikemukakan politikus PDI-P Eva kusuma sundari, yang mengatakan bahwa dana untuk membiayai kartu sakti ini adalah dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara [APBN].
Selanjutnya, menyikapi masalah pendanaan Ombudsman RI dari hasil penelitian yang dilakukan, mengatakan bahwa sumber dana kartu sakti ini berasal dari APBN , namun belum mengetahui dimana pos anggarannya.
Tanpa Sepengetahuan Anggota DPR
Dari berbagai pendapat yang mencuat tersebut bisa dipastikan bahwa dana yang digunakan adalah dari APBN, namun permasalahan tidak berhenti disitu karena ternyata anggota DPR juga bersuara salah satunya adalah bapak Aboe Bakar al-Habsyi anggota DPR RI fraksi PKS, yang mengatakan bahwa "kartu sakti ini dieksekusi dalam 2 pekan sungguh ajaib", program dengan nilai 6,44 T untuk 1.289 juta rakyat hanya dibuat dalam dua pekan sungguh ajaib, Anggaran tersebut tidak pernah dibicarakan di DPR bahkan menurut beliau Anggaran KIS, KIP dan KKS tidak ditemukan di APBN.
Sungguh, sangat ironi ketika bapak presiden dan anggota DPR justru tidak ada kontak dan pembicaraan, seolah semua berjalan sendiri-sendiri, sampai sejauh ini, kita masih belum mendapatkan kejelasan dari mana sebenarnya sumber dana untuk membiayai program kartu sakti ini.
Ternyata dalam hal pengadaan barang dan jasa seorang presiden bisa melakukan langkah berikut untuk bisa mendapatkan pendanaan selain dari APBN, ada dua langka yang kemudian bisa diambil oleh pemerintah sekarang, meskipun belum di publikasikan dari mana, namun kita bisa menarik kesimpulan langkah apa yang bapak presiden bisa lakukan.
ayat 1 pasal 39 perpres 70 tahun 2012 yag berbunyi pengadaan langsung dapat dilakukan terhadap barang dan jasa dalam jumlah 200 juta.
ayat 2 huruf g poin 2 pasal 17 perpres 70 tahun 2012, bisa dilakukan penunjukan langsung salah satu penyedia barang dan jasa, dengan nilai 100 milyar dengan mengikuti kriteria yang ada.
Nah, berhubung karena penyaluran kartu sakti ini, masih belum seluruh daerah mendaptkan maka bisa saja dana yang digunakan hanya berkisar dari jumlah yang disebutkan diatas.
Permasalahan Berlanjut
Bapak Danang Girinrawardana selaku ketua Ombudsman, Ombudsman sendiri adalah lembaga negara di indonesia yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, baik oleh negara, BUMN, BUMS dll. Mengungkapkan bahwa program seperti kartu sakti ini di beberapa daerah sekitar 40-60 daerah sudah menjalankannya, sehingga apabila pemerintah pusat masih menjalankan maka hal ini akan membebani negara.
Saran beliau pemerintah pusat harus memperbaiki sistem didaerah sehingga tidak ada kesan tumpang tindih antara kebijakan pusat dan daerah. Namun dipusat tetap dijalankan.
Uji Kesaktian Kartu Sakti
Kartu sakti sendiri merupakan sebutan untuk kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah yang terdiri dari KIS [Kartu Indonesia Sehat], KIP [Kartu Indonesia Pintar] dan KKS [Kartu Keluarga Sejahtera]. dari namanya memang membuat kartu ini menjadi sakti di pendengaran semua orang, tapi apakah benar demikian, ataukah hanya sebuah nama saja. berikut kita ulas sedikit.
KKS (Kartu Keluarga Sejahtera)
Nah, kartu sakti kita yang pertama adalah KKS, nah kalau kita punya kartu ini, maka kita dan masyarakat lainnya yang sudah punya akan mendapatkan besaran uang 200 ribu, meskipun besarannya tidak terlalu mencolok yah, lumayan lah...
Ternyata dengan besaran demikian, justru mengingatkan kita pada KPS atau (Kartu Perlindungan Sosial) yang juga memberikan bantuan yang sama.
KIP (Kartu Indonesia Pintar)
Lanjut dengan kartu sakti berikutnya yakni KIP, kartu berhubungan dengan dunia pendidikan, jadi bagi mereka yang tidak dapat melanjutkan pendidikan bisa dengan memiliki kartu ini, secara khusus juga ditujukan kepada siswa yang miskin.
Ada pula wacana yang mengatakan bahwa KIP ini akan menjangkau mereka yang terkena DO serta anak jalanan.
Sama dengan KKS, yang mengikut pendahulunya yakni KPS maka KIP inipun juga mengikut pada program sebelumnya yakni BSM atau bantuan siswa miskin.
KIS (Kartu Indonesia Sehat)
Melangkah ke kartu sakti selanjutnya, dan yang terakhir yakni, KIS. Banyak orang bertanya-tanya mengapa ketika program JKN melalui BPJS belum kelar, belum semua orang terkena atau terdaftar justru sekarang sudah ada yang baru, terus apa yang membedakan antara JKN dengan KIS. Apakah masyarakat dipedesaan sudah tahu kalau kartu yang belum mereka dapatkan sebelumnya yakni JKN sekarang sudah ada gantinya lagi.
Tinggalkan pembahasan itu, mari kita lihat Persamaan dan Perbedaannya
Persamaan
Alur pelayanan dari peserta KIS ini dimulai dari pelayanan tingkat pertama yakni Puskesmas, klinik ataupun praktek dokter dan selanjutnya akan dilanjutkan kerumah sakit jika memiliki rekomendasi dari pihak puskesmas.
Menurut ibu menteri kesehatan alur KIS dengan JKN sama yakni dari puskesma yang berjumlah 19.682 serta rumah sakit 1.574 premi sama dengan JKN karena masih pakai anggaran 2014 yang terbagi atas tiga kelas, serta masih dibawah BPJS.
Perbedaaan
Selanjutnya perbedaan menurut beliau, dilihat dari jangkauan, kalau JKN pada keluarga sementara KIS menjangkau kelompok dalam masyarakat yang belum terdaftar JKN, seperti anak jalanan serta penyandang cacat. lebih jauh lagi JKN hanya bisa pada taraf pengobatan sementara KIS lebih pada pencegahan, karena menurut beliau, Peserta KIS bisa memperoleh fasilitas seperti Imunisasi.
Selanjtnya dilihat dari dasar hukumnya, BPJS dari UU No 40 tahun 2004 tentang JKN sementara KIS langsung program presiden.
Nah, itu sedikit penjelasan tentang perbedaan dan persamaan, meskipun secara umum sebenarnya sama saja, dari tatanan teknispun membebek seperti apa yang ada dalam BPJS melalui JKNnya.
Kesimpulan
Dari beberapa penjelsan diatas, mulai dari permasalahan yang ada, melihat bagaimana sebenarnya program ini, melihat bagaimana sistem dan jangkuan dari Kartu Sakti, yah, dapat disimpulkan bahwa Kesaktiannya hanya dari nama saja, sementara isi, jangkauan dan sebagainya hanyalah warisan dari program sebelumnya... kartu ini membuktikan dirinya tidaklah SAKTI.
Mahasiswa selalu menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas, makna akan peran, fungsi dan kontribusinya pada dunia kampus maupun dalam masyarakat. Kedua komponen inilah ketika bersinergis kearah kebaikan, maka apa yang diidamkan sebuah kehidupan yang lebih baik, bisa terwujud.
Mahasiswa dan Perubahan Bangsa
Dalam hal perubahan, mahasiswa adalah motor yang senantiasa hadir di garda depan untuk meneriakkan perubahan. Mahasiswa yang peka dengan persoalan bangsa, senantiasa memberikan suatu solusi yang bisa menjadi alternatif untuk menjawab setiap permasalahan.
Rumusan konsep dalam menyikapi realita di susun dengan rinci dan kritis, dengan bekal pengetahuan dan kekayaan intelektual mampu memberikan suatu perubahan mendasar. Melengserkan kekuatan yang mulai tidak pro-Rakyat, menepis isu dan fakta yang merugikan masyarakat dan bangsa, menentang penjajahan serta senantiasa merindukan Revolusi.
Be Mahasiswa
Revolusi abal-abal tidak pernah masuk dalam kamus gerak-gerak mahasiswa, karena itu hanya akan menjadi produk akhir yang melenceng dari cita-cita mulia yang dirancang sejak awal.
Di Indonesia, dalam romantisme sejarah, kita akan selalu menemukan bahwa Mahasiswa selalu berteman dengan perubahan. Mulai dari Generasi pra Proklamasi Kemerdekaan, Proklamasi sampai Reformasi.
Kita mengenal Budi Utomo, PPPI sampai tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok. Masiswa kala itu mulai menyadari bagaimana penindasan oleh penjajah itu sudah tidak bisa diterima dan dirasakan terus-menerus oleh bangsa indonesia, sudah saatnya masyarakat bangkit dan melawan. Indonesia mampu untuk memimpin negaranya sendiri, Kekayaan Alam dan segala potensi yang ada harus dikelola sendiri, penderitaan yang diterima akibat penyiksaan penjajah itu sudah sepentasnya dan sudah waktunya untuk dilawan.
Tokoh pemuda ini, akhirnya dengan perjalanan panjang dan terjal akhirnya turut berkontribusi dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yang ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Usaha dan kegigihan para Mahasiswa ini, tidak berakhir sampai disitu, Generasi telah berganti, permasalahan yang datang juga memberi cobaan dengan nuansa yang berbeda. Mahasiswa kembali dituntut untuk senantiasa bisa merespon dan mampu untuk menantang cobaan tersebut.
Di generasi pasca Proklamasi ini, kembali mampu memberi suatu respon brilian, MALARI yang terjadi karena para mahasiswa menolak produk jepang masuk ke Indonesia adalah bukti sejarah yang tidak bisa dipungkiri peran mahasiswa itu ada.
Be Mahasiswa
Mengangkat isu-isu yang membuat rezim kala itu berhasil diturunkan dengan ditandai keluarnya SUPERSEMAR.
Tak berhenti samapi disitu, mahasiswa yang dinilai senantiasa memberi respon terhadap permasalahan yang ada, mulai ingin di tekan aktivitasnya oleh rezim kala itu, dengan adanya kebijakan NKK/BKK yang isinya jelas-jelas membuat peran mahasiswa akan perubahan mulai ditekan, pihak kampus berhak dengan kebijakannya bisa langsung men-DO mahasiswa apabila terbukti melakukan aksi menentang pemerintah.
Mulai ada fitnah-fitnah yang ditujukan kepada mahasiswa, meski demikian mahasiswa ternyata mampu untuk bisa mengatasi hal tersebut.
Pada akhirnya, suatu momentum yang paling berkesan dan suatu kesuksesan besar Mahasiswa terlihat saat terjadinya Reformasi, rezim yang dinilai refresif berhasil mereka turunkan, menghadiahkan kepada rakyat Demokrasi, sehingga mereka bisa memilih pemimpinya sendiri.
Mahasiswa Pasca Reformasi
Setelah melewati suatu euforia reformasi, mahasiswa mulai terlihat mengalami penurunan kualitas dari segi intelektual dan sisi kritisnya, mereka yang menjadi tokoh dalam reformasi kebanyakan masuk kedalam parlemen, bersikap pragmatis setelah apa yang mereka lakukan, dan sebagian yang lain bersikap seolah kewajiban sebagai mahasiswa telah usai dengan ditandai peristiwa reformasi.
Memperbincangkan dalam hal memilih masuk atau tidak ikut dalam parlemen merupakan suatu perkara yang menarik dinilai dari konsekuensi dan hasil yang bisa diperoleh. Sebagai contoh, seorang tokoh yang mempelopori suatu gerakan perubahan yang tidak ikut dalam parlemen ada pada sosok Soe Hok Gie, yang memilih untuk tidak turut serta dalam parlemen.
Langkah yang diambil inipun mendapat tanggapan, bahwa seharusnya seorang pelopor gerakan perubahan seharusnya masuk dalam parlemen karena ialah yang mengetahui tentang perubahan seperti apa yang diinginkan, karena pada faktanya hanya rezimlah yang bisa dijatuhkan, parlemen terus berjalan sebagaimana sebelumnya.
Untuk sosok yang berperan dalam perubahan dan masuk kedalam parlemen kita punya sosok seperti Akbar Tanjung dan Amien Rais sosok mahasiswa yang mampu melawan rezim yang ada dan melawan setiap kebijakan yang dinilai merugikan rakyat dan bangsa. Hasilnya pun sama saja, perubahan yang ada hanya penggantian rezim dan merombak parlemen tidak ada yang istimewa, hanya perlawanan yang heroik sebelum rezim tumbang.
Mahasiswa kini pasca reformasi telah banyak terkotak-kotakan dalam banyak hal, gerakan mahasiswa kini syarat akan kepentingan pribadi, tidak ada lagi persatuan, yang ada hanya kepentingan, teringat dengan perkataan teman ..."tidak ada kawan yang abadi yang ada hanya kepentingan abadi" . Yah, kepentingan ketika kepentingan berada diatas segalanya, maka kawan yang harusnya menjadi teman abadi dalam persatuan gerakan itu, tidak pernah teerwujud.
Merespon Problematika Kekinian
Problematika dengan definisi suatu permasalahan yang menuntut untuk diselesaikan, menjadi tentangan untuk Mahasiswa sekarang, mahasiswa sudah sepantasnyalah, peka terhadap masalah dan kembali menghadirkan sisi kritis serta mengasah sisi intelektualitasnya.
Dalam level ini mahasiswa sekarang, belum berhadapan dengan permasalahan yang sesungguhnya dihadapi, karena mereka masih belum mengalahkan problematika diri sendiri yakni menanggalkan segala kebiasaan buruk yang diciptakan sistem yang ada, yakni "Food, Fun and Fashion" . Gaya hidup hedonis.
Masalah dalam negeri seperti, Kekayaan Alam kita yang dikuasai 85% oleh asing tak mampu dilihat oleh mata kritis wawasan mahasiswa, meski ada yang melihat tapi tak memberikan respon, Kemiskinan yang disebabkan rendahnya taraf Pendidikan rakyat, Seks Bebas yang mengancam generasi muda, munculnya kasus Aborsi kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, Narkoba, tindak kriminal yang disebabkan Remaja, Korupsi oleh anggota Dewan Terhormat, Wakil rakyat yang tidak pro-Rakyat.
Bahkan untuk menyebutkan satu persatupun, rasanya tidak akan pernah usai masalah yang ada sekarang, permasalaan ini yang mestinya menjadi kajian utama mahasiswa yang senantiasa menjadi teman Perubahan itu.
Prahara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), menjadi topik hangat dalam
setiap pemberitaan maupun perbincangan dimedia. Hal ini menyusul dengan
pembahasan RUU Pilkada yang didalamnya terkandung tentang aturan pemilihan
kepala daerah akan dipilih oleh para anggota dewan. Ini berarti para kepala
daerah tidak lagi dipilih oleh masyarakat secara langsung, sebagaimana yang
telah dilaksanakan dalam kurung waktu 10 tahun terakhir.
Hal inilah yang kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari elemen
masyarakat. Mulai dari para wakil rakyat sediri, para pengamat politik, para
mantan kepala daerah hingga masyarakat akar rumput. Tanggapan yang munculpun
bermacam-macam, ada yang pro adapula yang kontra akan adanya aturan baru
tersebut.
Rancangan Undang Undang baru ini dalam hal mengatur pemilihan kepala daerah
melalui DPR didasarkan pada fakta-fakta yang terjadi dilapangan selama ini,
yakni maraknya kasus money politic yang
sering kali menghiasi setiap kali dihelatnya event Pilkada. Dan untuk meminimalisirnya dirumuskanlah aturan baru
tersebut.
Pihak pro dan kontra akan aturan ini saling mengemukakan dalil-dalil yang dinilai bisa membantah
dan mendukung setiap argumen yang ada.
Yang pro dengan aturan baru ini, diantaranya menyatakan bahwa, “jika kepala daerah dipilih oleh rakyat maka,
hal ini sudah melanggar ketentuan yang terkandung dalam dasar negara indonesia.
Maka jika ingin tetap malaksanakan pemilihan kepala daerah secara langsung,
ganti dulu Pancasila”. “money politic bisa diminimalkan karena cost kampanye
menjadi lebih sedikit disebabkan setiap calon tidak melakukan banyak hal,
seperti deklarasi pencalongan diri, pengumpulan massa, arak-arakan dsb, yang
tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit”. Praktek demikian dinilai
menjadi pintu rentannya praktek money
politic
Sementara yang kontra tentu saja memiliki pandangan yang berbeda tentang
aturan baru ini, beberapa pendapat mengemukakan, “jika seorang kepala daerah ditunjuk oleh anggota dewan maka
dikuatirkan segala macam kebijakan yang nantinya akan dilaksanakan oleh kepala
daerah tersebut dipengaruhi oleh kepentingan sesaat para anggota dewan yang
telah memilihnya”. Sebagian yang lain berpendapat “saat kepala daerah dipilih oleh anggota dewan, justru praktek money
politic sangat terbuka untuk dilakukan bahkan costnya juga lebih besar”.
Jika kita menyimak beberapa pendapat diatas mengenai wacana pemilihan
kepala daerah oleh DPR, maka dapat kita pastikan satu hal bahwa kedua opsi
pemilihan tersebut sama sama memiliki peluang akan adanya praktek money politic sehingga solusi yang
ditawarkan tersebut tidak benar-benar dapat menyelesaikan problem yang ada,
dengan pengharapan sebelumnya bahwa pemilihan kepala daerah oleh DPR bisa lebih
baik ketimbang dipilih oleh rakyat.
Syarat akan kepentingan sesaat
Dari beberapa kali pelaksanaan PILKADA di beberapa daerah, selalu ditemukan
hal-hal yang mengganjal seperti masalah pendanaan, dimana kemudian para calon
mendapatkan dana untuk pelaksanaan kampanye yang notabene membutuhkan dana yang
cukup besar.
Salah satu sumber pendanaan sudah pasti dari para kapitalis, para pengusaha
yang memiliki modal besar untuk mendanai salah satu calon dari partai politik. Para
pengusaha sudah pasti tidak akan mengeluarkan dana besar jika tidak terdapat
manfaat yang bisa mereka dapatkan dari investasi
untuk pendanaan tersebut.
Sudah bisa dipastikan mereka juga menginginkan “sesuatu” dari situ,
misalnya pemerintah daerah akan membuat suatu kebijakan yang menguntungkan bagi
diriya kelak dikemudian hari, memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk
mengembangkan usahanya di daerah calon yang terpilih, ini hal hal yang bisa
saja terjadi.
Meskipun, ada juga para anggota dewan menyangkal hal tersebut dan
mengatakan “para pengusaha saat ini yang
turut mendanai sala satu calon dalam pilkada, tidak semata-mata melihat menfaat
apa yang dapat mereka dapatkan tetapi mereka hanya menginginkan satu hal yakni
kemajuan dari segi ekonomi, kesejahteraan bagi para masyrakat di setiap daerah”.
Tapi tentu saja tidak ada yang bisa menjamin para kapitalis bisa bersikap
demikian, dan fakta akan hal ini juga patut dipertanyakan kebenarannya.
Bagaimana dengan para anggota dewan, setali
tiga uang orang yang duduk di parlemenpun tidak bebas dari intervensi para
pengusaha, dengan iming-iming sejumlah uang kebijakanpun bisa diputar dan
diplintir kemana saja sesuai dengan pesanan, faktanya kita bisa lihat sendiri
di media melalui pemberitaan yang lalu, ataupun kita bisa menunggu kedepan akan
kasus kasus yang terjadi dengan melibatkan para anggota dewan wakil rakyat
terhormat.
Dengan ini, kita bisa melihat bahwasanya dalam pelaksanaanya PILKADA tidak
selalu sama dengan yang inginkan, yang kita lihat dengan kepala daerah yang
berhasil memajukan daerahnya hanya sebagian kecil saja, namun respon masyakarat
sudah mensyukuri akan hal itu, tetapi bagaimana dengan sebagian besar lainnya
apakah kita akan tenang dan ikhlas saja melihat bahwa semua praktek yang
terjadi syarat akan kepentingan sesaat dan hanya segelintir orang saja.
Dan mari kita pertanyakan, hasil PILKADA nantinya apakah murni pilihan
rakyat atau DPR yang saat ini masih dalam proses perumusan RUU, ataukah justru
bukan pilihan dari keduanya yakni para Kapitalis.
Beberapa pekan terakhir santer diberitakan tentang pencabutan subsidi BBM atau lebih halusnya akan dikurangi maupun akan dialihkan kesektor yang lebih produktif. Sehingga pemberian subsidi terus-menerus ke Bahan Bakar Minyak yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran bisa dikatakan lebih tepat sasaran saat Subsidi tersebut dialokasikan keSektor lainnya.
Pencabutan dan Pengalihan Subsidi BBM
Sektor yang dimaksudkan adalah bagi Petani, Peternak, Usaha mikro dan UMKM. Isu BBM sering kali mewarnai perjalanan bangsa ini, setelah sebelumnya dua Periode pemerintahan SBY menaikkan harga BBM sebanyak tiga kali, maka saat sekarang ini, Presiden terpilih yang belum menjalankan roda pemerintahan secara resmi sudah mengambil ancang-ancang untuk mengurangi subsidi BBM.
Dalam setiap dilakukannya kebijakan menaikkan harga BBM, rakyat akan selalu dibayangi akan semakin tingginya angka kemiskinan, bukan hanya angka kemiskinan yang ditakutkan akan tetapi, adanya ketakutan diri sendiri juga ikut terjerumus dalam kemiskinan. Mengingat bahwa hidup sekarang saja sudah sulit dan harus menghadapi inflasi yang sudah dapat dipastikan akan ikut saat naiknya harga BBM.
Peluang naiknya angka kemiskinan sudah pasti terjadi tapi Pemerintah tidak perlu terlalu memikirkan ini, mengingat di negara kita ini, memiliki standar bagi mereka yang terkategori sebagai masyarakat miskin yakni dengan penghasilan perhari 1,25 Dolar AS baru terkategori miskin. Angka yang sangat rendah, dan bagi masyarakat dengan penghasilan tersebut harus menghidupi keluarganya untuk makan, sekolah dan lain-lain, sudah pasti tidak akan cukup, tetapi statusnya tetap saja terkategori sebagai masyarakat Bukan Miskin.
Apalah Daya Kami
Bagi rakyat mengikuti setiap kebijakan yang diusung pemerintah sudah menjadi kewajiban, bagaimana tidak negara yang katanya demokrasi, pemerintahan dari rakyat berdasarkan suara mayoritas dan apalah segala macam embel-embel yang mengikut didalamnya. Faktanya hanyalah suatu topeng indah yang selalu nampak indah, indah untuk dipandang tetapi ketika menampakkan wajah aslinya hanya untuk sesekali saja, sudah sangat meresahkan dan membuat muak untuk menatapnya kembali.
Mari kita lihat saat isu lalu saat akan dinaikkan harga BBM, hampir semua elemen masyarakat bersuara dan turun kejalan untuk meneriakkan menolak kenaikan harga BBM namun apalah daya semua itu seolah tidak didengar, para wakil rakyat seakan benar-benar menikmati duduk ditempat mewah dalam gedung yang tertutup rapat oleh dinding besar, sehingga Suara itu tidak akan terdengar sampai ketelinga mereka.
Pada akhirnya BBM-pun naik dengan hanya mendengarkan sekumpulan orang dalam gedung yang katanya wakil Rakyat, sementara suara yang mereka sampaikan tidak sama dengan apa yang Rakyat teriakkan diluar gedung dan dijalanan.
Maka, sudah cukuplah apa yang bisa kami lakukan sebagai rakyat, pun nantinya BBM naik itu pasti akan kami terima, usaha yang telah kami lakukan sebelumnya toh tidak didengar, dan jika kalian para Pemerintah yang tercinta masih belum puas dengan itu, maka lakukanlah apa yang membuat kalian merasa legah dan nyaman. Tak usahlah pikirkan nasib kami.
Kami tak butuh Hiburan Sesaat
Dalam memuluskan rencana ini, pemerintah memberikan pandangan yang dinilai lebih baik tidak merugikan rakyat dan membuat Subsidi BBM yang selama ini tidak tepat sasaran menjadi lebih tepat sasaran. Anggaran yang digunakan untuk mensubsidi BBM akan digunakan disektor lebih produktif, misalnya bidang pertanian, bagi masyarakat yang susah dalam mendapatkan pupuk bisa diberikan subsidi untuk mendapatkan pupuk secara gampang.
Dengan demikian, rakyat yang sebagian besar memiliki pekerjaan disektor produktif lainnya akan merasakan dampak pengalihan subsidi ini dan membuat kehidupan menjadi lebih layak, sementara rakyat yang lainnya yang memang tidak mampu akan diberikan Subsidi secara langsung.
Adapula suara dari pengusaha yang menyatakan bahwa dengan dikurangi subsidi BBM, akan membuat rakyat menjadi mandiri, dengan membayar BBM sesuai dengan harganya akan membuat rakyat lebih berusaha untuk memenuhi kebutuhannya.
Inilah beberapa hiburan yang diberikan pada masyarakat, janji yang tentunya harus ditepati dan masyarakat seolah tidak pernah merasa terus dibohongi akan janji yang terus diberikan. Namun kembali lagi kami Rakyat punya kewajiban untuk senantiasa menunggu terealisasinya segala macam janji dari Pemerintah kami.
Alasan dan Pandangan Kami
Kami punya pemahaman bahwasanya, Bahan Bakar Minyak seperti bensin adalah hajat hidup orang banyak, yang pemenuhannya disediakan oleh negara sehingga bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Bukan malah dipersulit atau malah dikuasai oleh orang tertentu seperti dimiliki oleh swasta.
Saat isu BBM ini nantinya benar-benar terjadi, maka jangan salahkan kami jika dikemudian hari, Tidak Percaya lagi Dengan Pemerintah, kami tidak ingin memiliki sistem pemerintah seperti ini lagi yang mengatur kami. Biarkanlah kami mencari Sistem Pemerintahan Lainnya, yang bisa lebih Menyejahterakan Kahidupan Kami yang Sulit ini.
Semoga Rakyat bisa melihat dan terus menyaksikan segala macam kebobrokan yang ada sekarang, subsidi BBM dialihkan untuk sektor yang lebih produktif. Pertanyaannya, apakah tidak ada upaya lain untuk meningkatkan sektor produktif tersebut tanpa harus Mengorbankan sektor vital lainnya seperti BBM.
Dengan adanya wacana pengalihan subsidi BBM, maka dengan sendirinya pemerintah kita telah mengakui bahwa selama ini, pada sektor produktif tersebut sudah Bobrok sekian lama.
Dahulu belanda pernah menjajah indonesia dengan segala bentuk penjajahan fisik yang sangat menyeiksa para leluhur bangsa ini, penindasan dengan adanya sistem kerja paksa, penguasaan atas segala hasil bumi indonesia mebuat rakyat semakin menderita.
diterapkannya sistem bahwa semua hasil panen para petani harus dijual ke pemerintah belanda, dan pemerintah belanda dengan senang hati membelinya dengan harga yang murah. kita bisa bayangkan bagaimana tekanan batin yang harus ditanggung para pendahulu bangsa ini yang hidup di zaman penjajahan.
tapi kini, setelah indonesia merdeka segala macam perlakuan itu hanya di anggap angin lalu saja, sistem politik luar negeri indonesia dengan konsep million friend zero enemy dengan arti sejuta teman tidak ada musuh membuat indonesia menjadi negara netral tanpa memihak pada satu negara manapun.
sehingga negara yang pernah menjajah indonesia juga harus diajak berteman seperti itulah gambaran umunya.
jika melihat fenomena piala dunia sekarang ada kejadian unik yang benar-benar menunjukkan bahwa masyarakat indonesia sudah melupakan kejadian di masa silam, yah, sudah pasti diantara teman sekalian menjagokan salah satu tim yang berlaga dipiala dunia dan bisa jadi itu adalah timnas belanda.
saat perjalanan baru-baru ini saya lakukan, dengan melintasi beberapa desa ada yang mengibarkan bendera negara peserta piala dunia brazil yang menjadi idola mereka, ada argentina, belgia, jerman, italia, brazil dan tidak ketinggalan juga ada belanda.
dari pandangan saya dibeberapa bendera sangat jelas bahwa bendera tersebut sebagian besar memang mereka jahit sendiri dengan menggunakan kain dengan warna yang sesuai dengan negara idola.
yang saya ingin tekankan disini adalah bahwa rakyat indonesia kini sangat cinta damai terbukti dengan lebih memilih "menambah kain biru dibendera merah-putih" yang dahulu para pejuang kemerdekaan kita bersusah payah merobeknya dan memperkenalkan bahwa bendera negara ini adalah merah-putih.
Kembali, kita akan bercerita dihalaman yang sederhana ini, pada judul postingan yang saya tulis diatas cukup membuat teman sekalian bertanya-tanya, kenapa pula jalanan menjadi pembunuh berdarah dingin, bukannya jalanan itu tidak bisa bergerak, bisa cuman ikhlas dan pasrah saja dilalui setiap kendaraan yang lalu-lalang diatasnya.
Nah, jika teman sekalian masih berpikir seperti itu, maka saya sudah berhasil membuat anda penasaran, tapi buka itu tujuannya. Dari data yang saya peroleh dari halaman web Statistik Indonesia disitu disajikan data jumlah kecelakan, korban terluka hingga adanya korban jiwa, dan faktanya adalah setiap tahun jumlah korban jiwa akibat kecelakan yang terjadi di jalanan senantiasa meningkat. walaupun ada pada tahun tertentu jumlahnya menurun, namun itu hanya menunjukkan persentase yang sedikit saja. Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan pada tahun 2012 saja mencapai 29.544 jiwa.
*yang ingin melihat datanya silahkan ke Web BPS
Dari fakta ini, kita bisa lihat bahwa jalanan yang kita lihat, mulus-mulus saja, baik-baik saja, dan hanya diam saja ditempatnya. Ternyata bisa memakan korban jiwa yang begitu tinggi, inilah mungkin mengapa postingan kali ini diberi judul Jalanan "Pembunuh Berdarah Dingin .
Sebagai manusia yang berfikir tentunya ini bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk senantiasa, bisa mematuhi rambu-rambu lalulintas, tidak ugal-ugalan dijalanan, dan tetap menjaga keselamatan diri sendiri. Karena setiap kita berkendara di jalanan kita selalu diawasi oleh pembunuh berdarah dingin.
Sekian, semoga ada manfaatnya bagi kita semua
Langkah penutupan tempat lokalisasi dolly oleh pemkot Surabaya, menghadirkan reaksi penolakan dari masyarakat yang berasala dari organisasi masyarakat seperti PPL Paguyuban Pekerja Lokalisasi, GRB Gerakan Rakyat Bersatu dan lain-lain.
*silahkan baca postingan sebelumnya tentang Penutupan Gang Dolly
Masyarakat menilai bahwa, penutupan gang dolly ini tidak manusiawi, karena pemerintah hanya melihat sisi negatif dari tempat tersebut, mereka beranggapan bahwa pemerintah hanya memandang sisi buruk dari mereka, dengan nilai yang negatif yang sudah melekat pada tempat-tempat prostitusi , pemerintah tidak memikirkan nasib dari masyarakat yang sudah menggantungkan kehidupan mereka pada Dolly
Saat akan diadakan deklarasi penutupan tempat ini, masyarakat terus melakukan penolakan mereka, dan satu hal yang cukup menarik adalah, masyarakat yang menolak ditutupnya gang dolly ini melakukan doa bersama agar tempat ini tidak ditutup .
Mengapa saya mengatakan ini hal yang menarik sekaligus menarik, karena kita tahu, tempat-tempat lokalisasi dimanapun itu, sudah pasti praktek yang dillakukan disana adalah maksiat, apapun alasannya dosa itu akan tetap melekat pada orang-orang yang melakukannya. Tapi masyarakat ini justru berdoa agar kemaksiatan ini tidak ditutup dan bisa terus berjalan.
Apakah nilai-nilai kebaikan itu sekarang sudah bergeser, entahlah yang pastinya masalah seperti ini tidak bisa selesai jika hanya dilakukan penutupan, karena permasalahan seperti ini sudah menjadi masalah yang sangat komplit.
Dolly merupakan tempat lokalisasi yang berada di kota surabaya, tempat prostitusi ini di klaim merupakan tempat prostitusi terbesar di asia tenggara, bisa dibayangkan bagaimana besarnya lokalisasi tempat berbuat maksiat ini, meski belum penah melihatnya secara langsung.
Gang dolly, santer diberitakan bahwa tempat ini, sudah berdiri sejak zaman penjajahan belanda, sudah sangat lama, tempat ini pada awalnya diperuntukkan bagi tentara belanda yang mencari hiburan malam, para pekerjanya juga tidak banyak dari daerah lokal.
Setelah semakin lama tempat ini beroperasi, pada akhirnya masyarakat setempat juga terlibat dan ikut di dalamnya, mencari nafkah, rezeki untuk menghidupi keluarga *katanya. Tempat maksiat seperti ini, sudah pasti menjadi sumber dosa masyarakat semua, baik itu para pelaku maupun orang disekitar yang membiarkannya.
Gang dolly sudah menjadi bagian kehidupan untuk masyarakat sekitar, baik itu menjadi pekerja di hiburan malam ini,maupun hanya mencari uang disekitar tempat tersebut. seperti misalnya, tukang becak, ojek, yang beroperasi sekitar tempat maupun menjadi penjual makanan ringan yang diperuntukkan bagi mereka yang berkunjung ke dolly, yang terkenal memang cukup ramai pengujung.
Karena tempat ini sudah menjadi ladang mencari nafkah bagi masyarakat, maka sangat sulit kemudian bagi pemerintah untuk menutup tempat ini, apalagi sudah menjadi rahasia umum tempat prostitusi seperti ini menyumbangkan kontribusi bagi pemerintah daerah setempat dimana ia beroperasi.
Sampai sekarang ini, kembali muncul wacana untuk menutup tempat ini, oleh walikota surabaya, tentu saja ini mengundang reaksi keras dari masyarakat dengan menentang kebijakan ini, masyarakat sekitar menghadang aparat yang masuk untuk menertibkan dolly .
Melakukan langkah penutupan seperti ini, pemerintah harus memiliki suatu program yang pasti dan berkelanjutan jika memang ingin menutup gang dolly karena, seperti diuraikan diatas bahwasanya tempat ini sudah menjadi bagian dari masyarakat. Program seperti pembinaan masyarakat, memberikan tunjungan, serta memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak mereka sehingga mereka bisa mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan bisa bekerja secara mandiri.
Dengan demikian, diharapkan mereka menyukai pelrjaan mereka dan melupakan pekerjaan yang lalu, seperti yang diketahui bahwa bekerja di tempat hiburan malam, merupakan suatu pekerjaan instant yang hanya bermodalkan diri saja, sehingga mental mereka bisa saja selalu mengharapkan pekerjaan yang mudah saja untuk dikerjakan.
Meskipun solusi ini bisa dilakukan, namun solusi seperti ini hanya bersifat tambal sulam saja, karena tempat-tempat seperti gang dolly ini banyak bertebaran di seluruh nusantara, faktanya pemerintah juga tidak bisa berbuat banyak akan masalah ini. Penutupan dolly tidak akan berdampak apa-apa bagi tempat prostitusi lainnya.
Sebagai seorang manusia, sudah sepantasnya lah, kita bisa mencegah kemungkaran itu. jadi kebijakan yang akan dilakukan pemkot Surabaya untuk menutup tempat hiburan malam merupakan suatu langkah awal yang bagus, semoga bisa ditiru dan dilakukan oleh pemerintah lainnya.
*baca postingan tentang reaksi masyarakat Reaksi Penutupan Dolly
Selamat datang kepada teman sekalian diblog sederhana ini, kesempatan kali ini saya menceritakan bagaimana kondisi di negara kita secara faktual.
Kita harus menerima kenyataan bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi, jumlah pengangguran dan sebaginya menjadi masalah yang erat dengan bangsa kita. Salah satu penyebab kemiskinan adalah tingkat pendidikan rendah sehingga sumber daya manusia juga tidak sanggup bersaing.
Itu cuman salah satunya saja, karena jika membahas kemiskinan, kita pasti berbicara tentang permasalahan yang sistemik, ada banyak penyebab masalah tersebut dan saling memiliki keterikatan yang erat, Adapun ketika satu simpul dapat diuraikan, ternyata masih ada simpul masalah yang dibuat kembali.
Lingkaran setan seperti ini seakan tidak ada ujungnya, jika perkara kemiskinan ini kita lihat dari segi sumber daya yang miliki oleh Indonesia, dari beberapa sumber yang menunjukkan bahwa hasil pengelolaan kekayaan alam kita menghasilkan Triliunan uang jika dikelola dengan baik dan uang tersebut masuk kedalam kantong negara.
Kekayaan alam indonesia yang melimpah kini justru dimiliki oleh perusahaan asing yang bekerja menghabiskan stok dan potensi Sumber daya Alam kita, sehingga nanti kita hanya bisa menyesal dan merenung bahwa sebenarnya. sangat tidak pantas bagi masyarakat indonesia menderita dan mengalami namanya kemiskinan.
Sementara negara yang ditempatinya sekarang adalah negara dengan kekayaan yang sangat kaya raya akan potensi sumber daya alam,Emas, Batu Bara, Gas, Minyak Bumi dan lainnya, bisa mensejahterakan rakyat.
Sebagai masyarakat yang masih memiliki simpati pada rakyat lainnya, yang tidak seperti rakyat umumnya, setidaknya kita masih memiliki simpati pada mereka dan memikirkan bagaimana sehingga kesejahteraan itu bisa kita rasakan bersama.
Saatnya memperbaiki sistem yang ada, dan melakukan usaha-usaha untuk menuju keadaan yang lebih baik, semoga perubahan itu bisa terjadi secepatnya.
Selamat sore, pagi, siang, malam, waktunya disesuaikan saja dengan waktu teman-teman membacanya [kalau ada]. Dalam beberapa data tentang perkuliahan, ada banyak masalah yang datang beriringan dengan semakin bertambahnya jumlah para alumni kampus.
Masalah yang cukup serius adalah, sudah banyak sarjana yang justru menjadi pengangguran, sampai kadang-kadang kita mendengar anekdot yang bilangnya seperti ini "sudah sarjana yah, ?! ndk usah cepat-cepat sarjananya, karena cepat juga jadi pengangguran" ada juga yang lain bilang "aduh sudah sarjana, bertambah lagi jumlah pengangguran di indonesia" dan masih banyak lagi.
Saya yakin teman-teman sekalian pasti pernah mendapatkan dan mendengar hal-hal yang sama dengan di atas, meskipun cuman sekedar anekdot saja, ternyata begitulah adanya. Mengapa hal ini bisa terjadi, tentunya ada banyak faktor.
Dari Pribadi
dari pribadi maksudnya adalah, yang menyebabkan para sarjana tersebut menjadi pengangguran karena, memang dirinya sendiri yang tidak berusaha untuk mencari pekerjaan dengan ilmu yang telah dia dapatkan selama duduk di bangku perkuliahan, ada lowongan datang tapi tidak di manfaatkan, intinya adalah kurang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Dari Pemerintah
mengapa pemerintah juga bertanggung jawab akan permasalahan ini, karena sudah diketahui bahwa pemerintah lah, yang memiliki wewenang dalam membuat dan menyediakan lapangan kerja untuk para sarjana negeri ini, dengan memfasilitasi tenaga manusia yang telah ada tersebut, namun faktanya mereka ini hanya di abaikan saja.
Dari Persaingan
bukannya suatu kewajaran bila persaingan itu ada dalam setiap usaha yang dijalankan. memang wajar jika persaingan ada, tapi yang menjadi perhatian saya dari pembahasan ini, karena adanya persaingan yang terlalu ketat, setiap orang hanya ingin berfokus pada satu bidang tertentu ini juga akan menjadi masalah mengapa demikian.
Karena, ketika kita tidak bisa bersaing dan terlempar dari bidang yang seharusnya kita geluti maka sudah pasti kita juga menjadi sala satu dari pengangguran tadi.
Dari beberapa penjelasan di atas, sehingga membuat judul postingan kali ini,menjadi suatu hal yang mewah karena ketika mahasiswa yang telah sarjana tapi tidak mampu untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmu yang ia terima selama perkuliahan, Maka ada satu jalan yang bisa ditempuhnya yakni adalah menjadi Wirausahawan.
Ini, jika di tinjau dari pendekatan teknis, karena tentu saja permasalahan seperti ini sangat kompleks dalam mengurai setiap masalah yang ada didalamnya.
Sarjana Wirausaha, jalan yang bisa menjadi alternatif sehingga kita tidak menjadi salah satu diantara Pengangguran meskipun ada rasa kecewa dalam diri tapi, dengan menjalaninya, kita bisa saja menemukan bahwa jalan menjadi Sarjana Wirausaha, tidaklah semudah dengan jalan yang lain, tapi setidaknya bisa memberikan kita satu harapan akan masa depan yang lebih baik
Dari judul postingan kali ini, saya ingin menginfokan bahwa, ada dibagian salah satu benua di bumi yang baru saja memproklamirkan kemerdekaan suatu bagsa dan menyepakati untuk mengambil nama Formalitas sebagai nama negaranya*
*becandaan bro
Sama seperti yang teman sekalian ketahui, yang saya maksud di sini adalah kata formalitas dengan makna yang sesungguhnya bukan kata yang diatas.
Saya ingin memberikan sedikit gambaran sehingga teman-teman lebih jelas memahami mengapa saya memberi nama formalitas di postingan kali ini. teman-teman pasti pernah mengalami suatu kejadian yang dimana kita dituntut untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan syarat tertentu.
Jika teman pernah pergi untuk mengurus pengambilan SIM misalnya, maka pasti sudah tahu apa-apa dokumen atau berkas yang harus dilengkapi. seperti kita harus membawa fotocopy ktp, sejumlah uang serta lainnya.
Ada satu hal yang menjadi fokus pembicaraan kita yakni, adanya syarat harus melampirkan surat keterangan dari dokter, surat keterangan ini akan kita gunakan sebagai bukti bahwa kita sudah melewati serangkaian tes kesehatan yang dilakukan oleh dokter dan bisa memiliki SIM.
Nah, disinilah letak formalitas yang saya bahasakan sebelumnya, ada kalanya, saat akan mengambil surat keterangan tersebut kita hanya antri, test gol darah dan melihat beberapa kertas bertuliskan angka-angka, setelah itu, kita sudah memliki rekomendasi dari dokter.
Pengurusan seperti ini, sepertinya tidak terlalu dipusingkan atau mendapatkan perhatian khusus asal kita sudah menjalani prosedur yang ada maka kita sudah punya apa yang kita inginkan, cukup mudah padahal jika kita ingin sedikit lebih bijak lagi, maka kita akan berpikir bahwa, syarat ini sangat penting bagi pemberian surat izin mengemudi tadi.
Tapi, namanya juga Formalitas jadi kita tidak usah kuatir akan hal demikian, Kita sebagai orang indonesia lebih suka mempercepat hal yang mudah dari pada mempersulitnya meskipun manfaatnya nanti yang lebih besar.