Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2015

Semua Tentang Google

CeritaKehidupan - Hidup di era informasi yang tak terbatas saat sekarang ini, menjadikan manusia tidak bisa hidup tanpa informasi, dunia digital yang semakin maju menjadikan manusia mampu mengakses dunia hanya bermodalkan jari.

Semua Tentang Google


Gadget mulai dari handphone biasa menjadi smartphone, dari personal computer menjadi laptop bahkan lebih canggih dari itu. Alat untuk mengakses informasi pun dibuat dengan tujuan untuk memfasilitasi kebutuhan manusia akan informasi tersebut.

Google hadir tampil didepan dengan menjadi salah satu penyedia layanan pencarian yang paling banyak digunakan oleh penghuni dunia, segala kebutuhan yang kita cari bisa ditampilkan hanya dengan satu klik saja "Enter" . Maka file-file yang berhubungan dengan kata kunci yang sedang kita cari bisa kita dapatkan.

Google tidak hanya dikenal sebagai mesin pencari yang handal, akan tetapi ada banyak sektor lain yang juga menjadi fokus dari perusahaan ini, mungkin yang terbaru adalah dengan Android, semua layanan dalamnya merupakan fasilitas yang diintegrasikan dengan produk Google.

Mesin Pencari

Pendidikan menjadi kebutuhan primer yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap orang, namun dengan adanya Google ini, bisa membuat orang yang tidak memiliki pendidikan di bangku sekolah formal bisa mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya hanya dengan mengetikkannya di Google.

Jangan salah, orang-orang diluar sana yang tidak mengantongi Ijazah perguruan tinggi bisa melabihi mereka yang bersusah payah mendapatkan Ijazah hanya karena bantuan google, kita bisa memperoleh kemampuan teknis dengan melihat dan memahami ribuan artikel yang bisa disediakan oleh layanan Mesin Pencari Google.



Pelajar bahkan Mahasiswa pun  pada kenyataannya masih mengambil bahan-bahan tugas yang ada di Internet dengan bantuan mbah google, bahkan bisa jadi kebanyakan bukan sekedar hanya ingin melihat bahan tugas, tetapi itu langsung di COPASED Copy - Paste -Edit . Begitu kira-kira istilahnya, dengan sedikit editan maka tugas selesai dengan sekejap.

Sehingga tentu saja ini membuat mental dari para pelajar maupun lainnya justru semakin tergantung dengan bantuan instan seperti ini, maka jangan heran juga semua hanya ingin yang instan dan tidak mau berusaha.

Apalagi, jika dilihat bagaimana proses dari pendidikan kita yang memang orientasinya hanya mendapatkan pekerjaan, bukan berdasar kepada Ilmu, seorang sarjana setelah menyelesaikan masa studynya, bahkan masih berpikir apakah memang, ilmu yang didapat ini akan berguna nantinya, ataukah hanya sebuah formalitas semata demi mendapatkan pekerjaan yakni dengan sebuah tiket "Ijazah"

Jika memang demikian, Maka yang kita butuhkan sebenarnya hanyalah bantuan Google, kita tidak butuh sekolah ataupun kuliah karena belum tentu juga kita bisa mendapatkan pekerjaan, dengan ijazah yang didapat kita mencari lapangan pekerjaan, lapangan pekerjaan ternyata masih kurang, ketika kita mendapatkan ternyata masih banyak orang masuk dalam daftar antrian lebih dulu dari pada kita, belum lagi metode perekrutan yang lebih mendahulukan orang-orang yang dikenal.

Maka, apalah artinya, kita jalani ini semua, jika kita bisa dapatkan sesuatu itu, dengan bantuan google saja.

Gunakan Sebagai Mana Fungsinya

Kita harus sadar bahwa, tidak ada yang sia-sia di Dunia ini, termasuk dengan jenjang pendidikan yang telah kita lalui, jangan smapai kita benar-benar salah kaprah perihal Google ini, karena pada awalnya memang alat seperti Google ini adalah kita bisa memanfaatkannya, buka malah kita yang bergantung padanya.

Orientasi kita hidup bukan semata-mata mengejar namanya materi dan standar kehidupan yang disandarkan sepenuhnya pada kekayaan, tetapi kita hidup dengan apa yang kita yakini akan membawa kita pada kebahagian lebih dari materi.

Google, hanyalah mesin pencari jika kita bisa memposisikannya sesuai pada fungsinya, tidak lebih dari itu. 

Rabu, 18 Maret 2015

[Video] Kesekolah Menggunakan Perahu, Belajar Tanpa Sepatu dengan Kondisi Sekolah Tak Layak

CeritaKehidupan - Kondisi Pendidikan Anak bangsa saat ini masih nampak adanya ketimpangan, terlihat jelas bagaimana keadaan anak bangsa yang berada didaerah terpencil, sebut saja daerah perbatasan, untuk menjadi generasi harapan bangsa mereka harus berjuang untuk menuntut ilmu dengan kondisi seadanya.

pendidikan anak bangsa  

Dalam video berikut bisa disimak bagaimana keadaan mereka, anak-anak dengan semangatnya mendayung perahu mereka untuk sampai kesekolah, dengan keadaan yang begitu sulit mereka masih sanggup untuk melanjutkan proses belajar demi menggapai cita-cita.

Selain, sulitnya mencapai gedung sekolah, tentunya mereka juga menghadapi resiko yang senantiasa bisa mengancam, perahu yang mereka gunakan bisa saja terbalik kapan saja ketika terjadi cuaca buruk saat dalam perjalanan. Lihat juga postingan sebelumnya tetang Anak Sekolah yang Menggunakan Kawat untuk Kesekolah


Meskipun demikian mereka akan tetap menuju kesekolah satu-satunya yang ada ditempat mereka ini. Anak yang bersekolah di SD Kecil Pulau Samataha Desa Bala-Balakang, Kec Kep. Bala-Balakang Kab. Mamuju. Daerah ini menjadi perbatasan antara Kalimantan dan Sulawesi Barat.

Keadaan Sekolah Anak di Perbatasan


Setelah melewati laut dengan naik perahu ternyata setelah sampai di Sekolah, kondisi gedung sekolahpun terlihat masih jauh dari yang seharusnya, lantai masih beralas pasir, bagian atap juga tidak bagus sehingga saat turun hujan tidak dilakukan proses belajar mengajar.

Gedung sekolah hanya satu dan ruangan kelas dibagi hanya dengan sekat-sekat saja, yakni ruang kelas 1,2 dan ruang guru.

Dari segi fasilitas sekolah berupa buku yang tersedia ternyata juga sudah tidak layak dipakai oleh siswa karena keadaannya yang sudah usang.

Tenaga pengajar yang disini juga ternyata hanya satu orang saja, dan harus mengajar dua kelas sekaligus, dengan cara bolak-balik dari kelas 1 ke kelas 2 .

Kondisi yang sedemikian susah ini, sudah pasti butuh perhatian lebih, terutama untuk pemerintah daerah setempat untuk bisa menjangkau daerah terpencil seperti sekolah dasar [SD] Kecil Pulau Samataha ini.

Dengan memperbaiki fasilitas sekolah dan juga infrastrukturnya serta menambah tenaga pengajar, sehingga nantinya anak-anak ini mendapatkan pendidikan yang layak sama seperti anak yang lainnya di Indonesia.

Selasa, 17 Maret 2015

[VIDEO] Pendidikan Sulit Anak Sekolah Menyebrang Jembatan Kawat Menuju Sekolah

CeritaKehidupan - Pendidikan adalah salah satu kebutuhan bagi seluruh anak di Indonesia dan merupakan kewajiban bagi pemerintah dan negara untuk memberikan pelayanan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak sehingga nantinya bisa menghasilkan anak didik yang baik serta mutu pendidikan tinggi pula dapat tercipta.


pendidikan anak sekolah


Gambaran jika mendengar kata anak sekolah, bisa kurang lebih seperti gambar diatas, sekawanan anak sekolah yang ceria dan senang menuju sekolah, meskipun mereka belum begitu paham apa makna dan mengapa mereka harus sekolah karena yang ada dibenak mereka bisa saja hanya ingin bermain dan kumpul bersama teman-teman.

Pendidikan Anak Sekolah


Lain halnya dengan teman-teman mereka dalam video berikut, jangankan bisa bersekolah dengan tenang, menuju sekolahpun mereka harus berjuang keras untuk sampai kesekolah mereka. Dengan seutas kawat bekas dari jembatan yang telah roboh terbawa oleh banjir, mereka harus bertaruh nyawa untuk sampai keseberang untuk bisa berkumpul bersama teman disekolah.




Meskipun pemandangan tersebut sudah tidak asing lagi, karena dibeberapa tempat sering kita jumpai hal yang sama, kita hanya bisa berharap pemerintah segera memberikan aksinya dalam memperbaiki dan membangun jembatan baru yang bisa dilewati oleh para anak sekolah, sehingga mereka bisa dengan tenang menuju sekolah tanpa harus menyebrangi jembatan yang hanya terbuat dari Seutas Kawat Besi.

Jika pihak terkait tidak cepat mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini, maka akan semakin membuat pendidikan Anak di Indonesia ini menjadi Sulit. Negara dengan tujuan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa tentu tidak dapat dicapai kalau mendapatkan pendidikan layak saja susah.

Demikian